Whois Lookup

SEO TOOLS

WHOIS Lookup

Lihat data kepemilikan dan pendaftaran domain apa pun: pemilik, registrar, tanggal dibuat, masa kedaluwarsa, status, dan name server.

Coba cepat:
  • Data WHOIS & RDAP
  • Registrar, umur & kedaluwarsa
  • Gratis, tanpa daftar

Catatan

Data WHOIS berasal dari catatan pendaftaran domain publik (WHOIS/RDAP) dan diperbarui secara berkala. Sebagian pemilik memakai perlindungan privasi, jadi data pemilik dapat tampil teredaksi atau digantikan data penyedia privasi. Hasil pengecekan disimpan 24 jam agar pengecekan ulang domain yang sama tetap cepat.

Apa Itu WHOIS?

WHOIS adalah basis data publik yang menyimpan catatan pendaftaran setiap nama domain: registrar tempat domain didaftarkan, tanggal dibuat dan tanggal kedaluwarsa, status domain, name server yang dipakai, sampai kontak yang tercatat oleh pemiliknya. Tool di halaman ini membaca data tersebut dari registry dan registrar, lalu menampilkannya dalam sekali cek, gratis dan tanpa daftar.

Layanan ini termasuk tua. Protokol WHOIS lahir pada 1982 lewat RFC 812 sebagai direktori sederhana untuk jaringan pendahulu internet, dan sampai sekarang datanya dikelola oleh registrar terakreditasi dan registry pengelola tiap ekstensi domain di bawah koordinasi ICANN. Sejak Januari 2025, ICANN menetapkan RDAP sebagai pengganti resmi layanan WHOIS klasik untuk domain generik seperti .com dan .net, karena format datanya lebih rapi dan aturan privasinya lebih jelas.

Data yang Ditampilkan Tool Ini

Registrar

Perusahaan tempat domain didaftarkan, lengkap dengan nomor IANA ID, server WHOIS, dan situs resminya. Dari sini kamu tahu harus menghubungi siapa bila ada masalah dengan domain, misalnya soal perpanjangan atau pemindahan.

Tanggal Dibuat, Diperbarui, dan Kedaluwarsa

Tiga tanggal inti dalam catatan domain. Tanggal dibuat menunjukkan awal registrasi dan menjadi dasar hitungan umur domain, tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas masa aktifnya, sedangkan tanggal diperbarui mencatat perubahan terakhir pada data pendaftaran. Tool ini menghitung umur dan sisa masa aktifnya secara otomatis.

Status Domain

Kode status yang menggambarkan kondisi domain, misalnya terkunci dari pemindahan atau sedang dalam masa penghapusan. Artinya dijelaskan pada tabel status di bawah.

Name Server

Server yang mengarahkan domain ke hosting dan layanan lain seperti email. Sepasang name server menunjukkan penyedia DNS yang dipakai sebuah situs, dan beberapa domain memasang name server dari dua penyedia berbeda sebagai cadangan.

DNSSEC

Catatan apakah domain ditandatangani DNSSEC, lapisan keamanan yang memastikan jawaban DNS tidak dipalsukan di tengah jalan. Bila aktif, tool ini juga menampilkan data DS berisi key tag, algoritma, dan digest tanda tangannya.

Kontak dan Kontak Abuse

Kontak registrant (pemilik), admin, teknis, dan billing hanya tampil bila memang tercatat pada data pendaftaran. Kontak abuse berdiri sendiri: inilah alamat resmi untuk melaporkan penyalahgunaan yang melibatkan domain tersebut, misalnya spam, phishing, atau penipuan.

Cara Cek WHOIS Domain di Halaman Ini

1
Masukkan nama domain — ketik domain yang ingin diperiksa pada kolom di atas, misalnya google.com. Alamat lengkap seperti https://www.google.com juga diterima, tool akan mengambil nama domainnya saja.
2
Klik tombol Cek WHOIS — tunggu beberapa detik selagi tool mengambil catatan terbaru dari basis data WHOIS dan RDAP.
3
Baca hasilnya per bagian — pendaftaran, status, name server, DNSSEC, dan kontak ditampilkan terpisah supaya mudah dipindai. Bagian yang datanya tidak tersedia akan disembunyikan, bukan ditampilkan kosong.
4
Cek domain berikutnya — ulangi untuk domain kamu sendiri, domain kompetitor, atau domain yang sedang kamu pertimbangkan untuk dibeli.
Info: hasil setiap domain disimpan selama 24 jam, jadi pengecekan ulang dalam periode itu tampil seketika. Tanggal pengambilan datanya selalu tertulis di bawah hasil dalam keterangan "WHOIS data last fetched", supaya kamu tahu persis data tersebut berasal dari kapan.

Arti Status Domain yang Sering Muncul

StatusArti
clientTransferProhibitedDomain dikunci pemiliknya, tidak bisa dipindahkan ke registrar lain sebelum kuncinya dibuka.
clientDeleteProhibitedDomain dilindungi dari penghapusan, baik sengaja maupun tidak.
clientUpdateProhibitedData pendaftaran dikunci dari perubahan apa pun.
serverTransferProhibitedKunci transfer dari sisi registry. Umum pada domain bernilai tinggi atau yang terkait sengketa merek.
addPeriodMasa tenggang lima hari setelah domain baru didaftarkan. Status ini normal dan hilang dengan sendirinya.
pendingDeleteDomain sudah dihapus pemiliknya dan menunggu dilepas, sesudah itu siapa pun bisa mendaftarkannya kembali.

Perbedaan WHOIS dan RDAP

Keduanya menjawab pertanyaan yang sama — siapa dan bagaimana sebuah domain terdaftar — tetapi dengan cara kerja yang jauh berbeda. RDAP (Registration Data Access Protocol) adalah penerus WHOIS yang datanya dikirim sebagai JSON terstruktur lewat HTTPS, mengikuti aturan akses dan redaksi yang baku dari ICANN. Tool ini menggabungkan keduanya supaya data yang tampil selengkap mungkin.

AspekWHOISRDAP
Format dataTeks bebas, susunannya berbeda-beda tiap registrarJSON terstruktur dengan field yang baku
Cara aksesProtokol lama lewat port 43, tanpa autentikasiHTTPS, mendukung akses berjenjang
Redaksi data pribadiBergantung pada kebijakan tiap registrarKonsisten mengikuti aturan ICANN
KedudukanTidak lagi diwajibkan ICANN untuk domain generik sejak Januari 2025Pengganti resmi WHOIS

Kenapa Nama Pemilik Tidak Muncul?

Pada banyak domain, nama dan alamat pemilik sekarang tertulis DATA REDACTED atau tidak tampil sama sekali. Ini bukan kerusakan data. Sejak aturan privasi GDPR berlaku pada 2018, ICANN mewajibkan registrar menyembunyikan data pribadi pemilik domain dari akses publik, dan sebagian pemilik juga memakai layanan perlindungan privasi dari registrar yang mengganti data asli dengan data perantara.

Bila kamu perlu menghubungi pemilik sebuah domain, jalurnya tetap ada: gunakan kontak abuse untuk laporan penyalahgunaan, atau formulir kontak pemilik yang disediakan registrar dan layanan pencarian resmi seperti ICANN Registration Data Lookup. Pesanmu diteruskan ke pemilik tanpa membuka data pribadinya ke publik.

Kegunaan Cek WHOIS

Menilai domain sebelum membeli. Umur, riwayat registrar, dan status sebuah domain membantu menilai apakah domain bekas layak dibeli, misalnya untuk menghindari domain yang baru saja dipakai untuk spam.

Memantau domain sendiri. Sekali cek cukup untuk memastikan tanggal kedaluwarsa tidak terlewat dan name server masih mengarah ke penyedia yang benar. Domain yang kedaluwarsa tanpa disadari bisa dibeli orang lain dalam hitungan hari.

Memeriksa situs yang mencurigakan. Situs yang mengaku sebagai lembaga resmi tetapi domainnya baru berumur beberapa hari patut diwaspadai. Umur domain bukan bukti penipuan, namun termasuk sinyal awal yang murah untuk dicek.

Mencari nama untuk situs baru. Bila tool menampilkan domain tidak ditemukan, kemungkinan besar nama itu belum terdaftar dan masih bisa kamu daftarkan di registrar mana pun.

Penting: data WHOIS dan RDAP adalah cuplikan berkala dari basis data registrar, bukan catatan waktu nyata dan bukan bukti kepemilikan yang sah secara hukum. Untuk transaksi bernilai besar, selalu verifikasi ulang langsung ke registrar yang tercatat.

FAQ

Apakah cek WHOIS di halaman ini gratis?

Ya, gratis dan tanpa daftar. Masukkan nama domain, klik Cek WHOIS, dan data registrar, tanggal pendaftaran, status, name server, DNSSEC, serta kontak yang tersedia akan tampil dalam sekali cek.

Kenapa nama pemilik domain tertulis DATA REDACTED?

Artinya data pemilik disembunyikan mengikuti aturan privasi yang berlaku sejak GDPR pada 2018 dan kebijakan perlindungan privasi registrar. Data tersebut memang ada di registrar, hanya saja tidak dibuka untuk publik. Tool ini menampilkannya apa adanya, persis seperti yang tercatat.

Apakah data WHOIS di sini real-time?

Tidak sepenuhnya. Data berasal dari cuplikan basis data registrar yang diperbarui berkala, dan tanggal pengambilannya selalu tertulis di bawah hasil sebagai "WHOIS data last fetched". Hasil pengecekan juga disimpan 24 jam supaya pengecekan ulang domain yang sama tampil cepat.

Apa artinya bila domain tidak ditemukan?

Kemungkinan besar domain itu belum terdaftar, atau ejaannya kurang tepat. Periksa lagi tulisannya, dan bila memang belum ada yang mendaftarkan, nama tersebut masih terbuka untuk kamu daftarkan di registrar.

Bisakah mengecek semua ekstensi domain?

Sebagian besar ekstensi populer seperti .com, .net, .org, dan .id tampil lengkap. Sebagian domain kode negara dikelola registry lokal dengan format dan kebijakan sendiri, jadi ada field yang mungkin kosong atau lebih terbatas. Itu keterbatasan sumber datanya, bukan kesalahan pengecekan.

Bagaimana cara mengetahui umur sebuah domain?

Lihat Tanggal Dibuat pada hasil pengecekan; tool ini menghitung umurnya secara otomatis di samping tanggal tersebut. Umur dihitung dari registrasi yang sedang berjalan, jadi bila sebuah domain sempat kedaluwarsa lalu didaftarkan ulang oleh orang lain, hitungan umurnya mulai lagi dari pendaftaran yang baru.